PendidikanPemilih Bagi Pemilih Kedaulatan

 


Memili pemimpin harus benar benar cermat dan cerdas, masyarakat harus tau kriteria pemimpin yang baik. Masyarakat memilih untuk menggunakan haknya memilih pemimpin yang baik. Ketika masyarakat diajak untuk belajar bahwa dia harus memilih, dengan cara yang baik agar pemilih yang terbaik terpilih.

 

Sosialisasi menjadi pemilih yang baik ini dilakukan dengan dating kepada masyarakat, melalui kerjasama sampai tingkat RT RW, sekolahan, komunitas dengan tujuan masyarakat sadar kenapa harus memilih.

Strategi ovensive dan devensive. Devensive Mempertahankan kerjasama dengan komunitas dan stake holder, sekolahan dan ovensif bagaimana mengembangkan kegiatan agar bisa kerjasama dengan pihak-pihak yang baru menyebarkan secara luas kegiatan dan tahapan kpu mensiosialisaikan dengan beragam pihak.

Langkah dan kiat KPU untuk melaksanakan tahapan demokrasi kepada masyarakat yang apatis terhadap pemilihan, ini tantangan dari negara buat KPU untuk memperbaiki nasib anak bangsa melalui proses pemilihan umum. Roh dari pemilu dan pemilihan adalah pemilih. Ketikia pemilihnya memiliki pengetahuan bahwa memilih adalah memperbaiki nasib bangsa. Maka kita harus sampaikan bahwa kita harus berpegangan bahwa UUD bahwa pemilihan untuk memperbaiki bangsa.

Pemilu yang baik jika pemilihnya baik. Pemilih yang baik tidak datang tiba-tiba. KPU harus menjelaskan kepada masyarakat dan mendidik masyarakat bahwa memilih itu adalah menentukan perbaikan bangsa. Memilih pemimpin yang berkualitas dan kedepannya pemimpin yang dipilih dievaluasi setelah kinerjanya bagus maka beri penghargaan dengan memilih kembali. Isalnya begitu…..

Kontestasi demokrasi jika ingin baik gunakan jiwa mahasiswa untuk mengkontrol proses kontestasi demokrasi. Peran mahasiswa sangat menentukan agar pemuilu semakin baik. Jika penyelenggara keliru diperbaiki, berikan saran kepada mereka.  Nah mahasiswa dengan jiwa revolusioner bisa berperan, menjadi pemantau, penyelenggara, relawan demokrasi, atau apapun untuk mengkritik semuanya.

Pengawal moral pemimpin adalah mahasiswa, ketika pemilu tidak berjalan baik, mahasiswa bisa berkontribusi dalam memperbaiki dan mengevaluasi apabila terjadi kesalahan. Mahasiswa harus aktif.

 

Upaya menanamkan kesadaran masyarakat memperbaiki money politik. Ada rahasia umum (rahasis ko umum) nah…. Money politik itu bukan pemimpin yang dipilih dari rekam jejak tapi dari proses jual beli. Pemilihan wani piro….

Munculnya money politik adalah pe,ilihan yang pragmatis dari masyarakat dan kontestan politik. Ketika todak ada hubungan dan komunikasi yang baik maka terjadilah hubungan pragmatis. Seperti antara peserta pemilu dan pemilih tidak nyambung dari sisi pemilih bimngung dia harus memilih siapa sedangkan kepada pemilih peserta pemilihan bingumng ketika akan hadir di wilayah pemilih maka ya sudah terjadilah kowe njaluk apa, tak kei iki….

Maka pemilih dnegan rekam jejajk yang baik dengan cara mndekati pemilih. Ada komunikasi intensif, tidak hanya saat jelang pemilu. Pemilih juga punyaruang ketika dia punya calon dengan kualitas baik maka doronglah menjadi calon pemimpin. Lewat parpol. Ini meminimalisir politik transaksional.

 Kalau tidak ada kedekatan maka politik transaksional ini yang terjadi. Regulasinya jelas ada dalam undang-undang untuk pemilih dalam pilkada penerima disanksi apabila terbukti. Ada sanksi pidana juga bagi pemberi. Yang memberikan jika adalah calon yang menggunakan politik uang, jika sudah terpilih sanksinya jika terbukti bisa dibatalkan keterpilihannya.

Ketika pemimpin tidak memenuhi janjinya bagaimana punishman, atau hukuman jika pemimpin tidak amanah ya sudah tidak usah dipilih lagi.  Di politik kita siapa yag mendapatkan suara terbanyak dia yang terpilih. Maka ketika ada pemimpin tidak amanah ya sudah bersama-sama tidak usah dipilih lagi.

Jika kecerdasan emilih digunakan dalam memilih maka kita akan memperoleh pemilioh yang berkualitas karena kedaulatan ditangan rakyat. Kekuatan rakyat untuk memilih yang berkualitas.

Diajaran agama ada ajaran bahwa kaum bisa merubah nasib, dengan cara aktif dan bersama-sama merubah nasib. Bukan hanya dengan diam dan pasif. Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum ketika kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri.

 Mayarakat bisa memperoleh edukasi seputar pemilihan. Mengingat tidak semua masyarakat melek intelektual. Peran masyarakat sangat luas tidak hanya sebagai pemilih bisa juga sebagai pemantau. Kemjdian sebagai pekerja media, mereka juga bisa masyarakat yang bsia memberitakan tahapan. Jadia masyarakat tidak hanya dating ke tps memilih tapi bisa berperan bisa luas dalam setiap tahapan. Menjadi pemilih, pemantau, peserta dans ebagainya.

Pendidikan pemikih bisa dilakukan dengan tatap muka, masuk melalui RT RW mendatangi masyarakat bahwa petran masyarakat sangat penting. Dan sifatnya wajib berperan serta. Ini sosialisasi sekaligus juga Pendidikan demokrasi. Peran aktif masyarakat harus ditingkatkan.

Sering berkomunikasi dengan masyarakat, KPU memiliki rumah pintart pemilu sebagai pusat informasi kepemiluan. Ada edukasi kepada masyarakat menjadi pemiklih yang baik. Bagaimana cara berperan dalam pemilihan menjadi pemantaui penyelenggara atau peserta. Masyarakat sangat penting perannya ketrika bisa memahami bahwa yang memliki kedaulatan adalah masyarakat.

Masyarakat adalah pemilik ,kedaulatan kita. Masyarakat adalah subyek yang berperan dalam gerak perubahan menuju kemakmuran.

Pemilih yang cerdas dan bijak harus didorong tidak hanya tanggung jawab KPU, stake holder lain dan elemen masyarakat yang mempu membangkitkan peran masyarakat dalam menuju tujuan pemilu, tujuan demokrasi dan tujuan hidup masyarakat.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola keamanan siber menuju kedaulatan digital untuk pemilu