MENJADIKAN DEMOKRASI ASLI INDONESIA MENJADI PONDASI UNTUK DEMOKRASI ELECTORAL 2024

 


Haloooo gaesss…. Jumpa lagi dengan tulisan saya yang sedikit semoga bermanfaat. Bukan hanya pemikiran saya sih tapi juga pemikiran dari banyak tokoh. Yang kemudian saya rasa penting untuk menjadi acuan pemikiran dalam proses dealektika demokrasi.

Begibni, kita tahu bahwa KPU RI Punya Program DP 3 atau Desa peduli Pemilu pemilihan yang diinisiasi oleh KPU RI pada tahun 2020,  dengan semangat , bagian dari upaya menyiapkan Pemilu 2024 yang lebih baik lagi.


ini adalah pemantik diskusi yang diberikan oleh Viryan Azis dan bisa saya catat dalam ulasan sedikit berikut ini. 

Secara normatif demikian,  turunannya adalah Pemilu 2019 yang lalu. Kita semua mengetahui dan mengalami beberapa persoalan,  yang luar biasa. Salah satunya adalah informasi.  pada saat ini kita hidup di era di mana kebenaran itu menjadi sesuatu yang sangat mudah untuk termanipulasi.  atau sesuatu yang termanipulasi itu,  kerap udah dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Setiap orang bisa punya pandangan yang masing-masing terkait dengan kebenaran. Kita saksikan pada pemilu 2019 yang lalu. Bagaimana disinformasi itu, begitu menyebabkan guncangan di masyarakat,  dan ini menjadi catatan penting kita,  yang harus di integrasi sejak sekarang,  tidak bisa nanti di tahun 2023.

Ingin kita perbaikan caranya di mitigasi. ( Mitigasi yaitu upaca pencegahan bencana) mitigasi nya dari mana ?

maka pilihan terbaik adalah,  bila kita bisa langsung ke akar rumput yang ada di desa,  yang ada di kelurahan,  yang ada di dusun,  yang ada di RT RW dan berada pada posisi itu.

Upaya mitigasi untuk menjernihkan demokrasi.  Menjernihkan demokrasi maka penting, penting  pula irisan,  bukan hanya semata-mata bagaimana kita melawan disinformasi,  tapi secara bersama dan juga meningkatkan literasi demokrasi secara bersamaan.

kita juga perlu menegaskan posisi kita sebagai bangsa yang demokratis. Bahwa sejak dulu nenek moyang ada hal-hal dalam dinamika dan proses demokrasi yang dilakukan. Pasti itu…. Jadi  tolong diawali dulu dengan pemaghaman bahwa demokrasi juga kita dapatkan dari warisan leluhur.

Menjadi penting bagi kita,  untuk sedikit banyak mengulas tentang aspek demokrasi asli Indonesia . terlebih lagi pada saat beberapa waktu belakangan ini,  muncul pandangan misalnya demokrasi itu produk impor,  demokrasi itu adalah sesuatu yang bukan menjadi jati diri bangsa Indonesia .

nah ini pandangan bagian dari dis informasi yang perlu kita jernihkan,  perlu kita letakkan secara proporsional dan mohon pembaca sekalian berkenan meneruskan kepada ada teman-teman di daerahnya masing-masing di desa-desa kader-kader Demokrasi,  menyampaikan kepada masyarakat secara secara terus-menerus agar ada kesadaran demokratis yang tumbuh kembali secara otentik .

Pertama tentang Indonesia,  ini bangsa yang demokratis.  Ada pertanyaan  dalam pelajaran sejarah Indonesia pernah tidak diajarkan tentang Indonesia ini,m  bangsa kita ini,  bangsa demokratis ? Tidaaak.

Yang ada adalah,  kita mengenal kerajaan-kerajaan.  pada kerajaan Majapahit, dan sebagainya.  kerajaan !!!ya …. itu baik.  dan itu adalah sejarah bangsa kita,  namun ada satu sisi Yang Belum Yang Belum ter narasikan.

Dan menurut saya  penting sebagaimana yang disampaikan oleh bung Karno dan bung Hatta.  saya sengaja mengutip dari 2 kita ini karena beliau adalah dwitunggal kemerdekaan Indonesia.  Dari kata beliau  yang maknanya adalah begini…  menurut bung Karno  (dikutip dari bukunya Cindy Adams)  kira-kira pada bagian yang seperti ini, bahwa  terkait dengan penggalian renungan bung Karno di pulau Ende atau di Pulau Bunga Bung Karno mengatakan bahwa ketika diam merenung  Dia mendapatkan point point tentang Pancasila.

 Apa yang wajib kita lakukan dan kerjakan hanyalah menggali tradisi-tradisi kita  jauh sampai ke dasarnya.  jadi Pancasila yang sekarang kita kenal itu merupakan proses penggalian dari tradisi masa lalu.

Pertanyaannya adalah dengan lima sila seperti itu,  tradisi masa lalu yang seperti apa yang menjadi penting.

 

saya juga sampai sekarang terus mencari tradisi-tradisi masa lalu,  yang seperti apa yang sampai ini kehidupan bangsa Indonesia yang bisa kita sebut.  sebenarnya kita pernah punya pengalaman yang demokratis dan sampai sekarang ini hidup itu,  yang , lanjut menurut bung Hatta dalam bukunya demokrasi kita,  menyebutkan negara Indonesia lama masa lalu dalam sistem demokrasi.

Bahwa demokrasi berlaku tumbuh dan hidup sebagai bukti.  itu menandakan bahwa demokrasi Indonesia yang kuat bertahan hidupnya . Dari 2 segmen pemikiran Bung Karno dan Bung Hata ini saya melihat keduanya punya pandangan masa lalu yang sama,  bahwa kita,  nenek moyang kita,  adalah nenek moyang kita yang demokratis.

Masa lalu kita adalah masa lalu yang Demokratis.  Nah demokrasi asli yang seperti apa,  yang disampaikan oleh Bung Hatta?

Sebelum sampai kepada hal itu,  saya ingin memberikan paling tidak ini gambaran hasil proses pencarian dari proses pencarian tentang Demokrasi Asli Indonesia.

Bahwa menutur Viryan Azis yang melakukan pencarian dalam  mendalami demokrasi masa lalu ada 7 fase demokrasi Indonesia .  yang sering kita kenal itu fase kedua,  fase ketiga,  fase ketiga ini kolonialisme.

 fase kedua Ini masuknya agama,  agama samawi , namun ada satu fase sebelum masuknya agama-agama samawi dan tumbuh kembangnya kerajaan kesultanan yang disebut dengan demokrasi asli Indonesia.

 ini penting kita sampaikan lagi pada berbagai kesempatan yang maknanya adalah kita ini punya sejarah bangsa kita ini bangsa yang demokratis.  warisan masa lalu dari nenek moyang kita yang paling berharga itu salah satunya adalah bahwa mereka telah mempraktekkan mencontohkan kehidupan demokratis. kehidupan demokratis seperti apa yang Bung Hatta  pikirkan . setidaknya ada 5 hal

ada 7 fase demokrasi Indonesia yang kita kenal itu fase kedua fase ketiga massa ketiga ini kolonialisme fase kedua Ini masuknya agama-agama samawi namun ada satu fase sebelum masuknya agama-agama samawi dan tumbuh kembangnya kerajaan kesultanan yang disebut dengan oleh bung Hatta tadi demokrasi asli Indonesia ini penting kita sampaikan lagi pada berbagai kesempatan yang maknanya adalah kita ini punya sejarah bangsa kita ini bangsa yang demokratis warisan masa lalu dari nenek moyang kita yang paling berharga itu salah satunya adalah bahwa mereka telah mempraktekkan mencontohkan kehidupan demokratis dalam kehidupan demokratis seperti apa menurut bung Hatta ada 5.

Pertama ini musyawarah, yang kedua mufakat , yang ketiga gotong royong,  yang keempatnya protes ,dan yang kelima hak menyingkir.








 ke 5 poin ini menjadi ciri dari demokrasi asli Indonesia yang perlu kita kembangkan maka melalui DP3, Desa peduli demokrasi Desa peduli pemilu dan pemilihan itu,  sesungguhnya pada sisi lain kita harus harus lagi mengangkat menggali menumbuhkembangkan demokrasi asli Indonesia menjadi pondasi untuk demokrasi elektoral kita dan menguatkan Pemilu 2024.

Demikian semoga bias bermanfaat bagi sedikit urun rembug persoalan demokrasi  yang rumit apalagi saat ini.

 

Kendal 26 Oktober 2020.

Tabiiiik

 

 

Kang Didin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola keamanan siber menuju kedaulatan digital untuk pemilu