Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

DIGITALISASI PEMILU DI NEGARA DEMOKRASI TERBAIK DI DUNIA, INDONESIA

Gambar
  DIGITALISASI PEMILU DI NEGARA DEMOKRASI TERBAIK DI DUNIA, INDONESIA Digitalisasi Pemilu Meski Tidak Mungkin Semuanya, Bagaimana rencana KPU sebagai penyelenggara menyederhanakan pemilu serentak 2024, dalam kaitannya menggunakan teknologi informasi atau aspek digitalisasi pemilu. Karena diharapkan pemilu bisa dilakasanakan dengan pemilu elektronik. Karena pileg 2019 atau pilkada serentak 2020 surat suaranya lebar. Jika lebih sederhana dan lebih kecil bisa lebih efisien. Apakah ada rencana ada pemilu elektronik?

Beberapa Tokoh Pansel, Syarat Kualitas Calon Penyelenggera Pemilu

Gambar
 Beberapa Tokoh Pansel, Syarat Kualitas Calon Penyelenggera Pemilu Pansel Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) sudah mulai bekerja keras sejak di SK kan oleh Presiden RI Oktober lalu. Ya. Kalua hari ini (5 Nopember 2021) menurut pemaparan Prof Hamdi jumlah pendaftar KPU RI masih pada kisaran puluhan, belum ratusan. Adapun pendaftaran bakal calon anggota KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 2022-2027 telah dibuka sejak 18 Oktober lalu. Proses pendaftaran tersebut akan berlangsung hingga 15 November 2021 mendatang. Sampai 3 Nopember 2021 (Merdeka.com) angkanya masih kecil Calon anggota KPU baru 38 dan bawaslu 28.

Daftar Pemilih Berkelanjutan Untuk Mencegah Kecurigaan dan Manipulasi Data.

Gambar
  Kata Bang Viryan Pemilih pada dialektika demokrasi menjadi penentu yang sangat signifikan peranannya. Bagaimana tidak, demokrasi hanya sebatas teori tanpa pemilihan dan setiap pemilihan obyeknya adalah pemilih. Maka daftar pemilih dalam demokrasi menjadi faktor utama. Bahkan menurut Viryan Azis (Komisioner KPU RI) pada beberapa negara demokrasi yang suydah maju, empat dari 5 negara telah menggunakan daftar pemilih berkelanjutan sebagai updating daftar pemilih. …

Jejak Digital Abadi, Maka Hati-hati

Gambar
 Jejak Digital Abadi, Maka Hati-hati “Ketika seseorang sudah dilantik menjadi penyelenggara pemilu, menjadi pejabat negara, maka   sebagai pribadi, sudah pasti banyak disorot oleh Netizen (warga Internet),   sehinggaharus bisa memposisikan diri, menerapkan norma-norma dan etika bagaimana menggunakan media” tegas Paul. Bukan berarti sebagai penyelenggara pemilu harus menutup semua media sosial, tapi lebih kearah hati-hati dan bijak serta harus sadar diri bahwa posisinya adalah penyelenggara pemilu.