NGGAGAS DEMOKRASI DAN ISLAM

 


Membahas demokrasi sebuah keniscayaan jika hanya berdasar tulisan ini. Sebuah pembahasan yang tidak mungkin selesai dalam satu tulisan yang beberaoa paragraf ini. tetapi paling tidak tulisan ini menggambarkan, dari mana dan mengapa umat Islam hari ini bahkan mencintai dan memperjuangkan demokrasi?

Coba kita lihat kenapa ? sejarah munculnya demokrasi konon adalah masa kegelapan Eropa, dimana dominasi gereja dengan penguasa berkolaborasi menindas rakyat.  semua atas nama gereja, semua atas nama Tuhan, maka kemudian muncullah tokoh-tokoh pemikir mereka yang sudah mulai berpikir bahwa ini ada upaya untuk memisahkan gereja dari negara.  Bahwa gereja adalah wilayah suci dan politik adalah wilayah kotor, sehingga jangan bawa-bawa agama dalam urusan politik.


 lantas agama hanya urusan Tuhan, gereja adalah urusan Tuhan, dan politik urusan manusia. Maka muncullah ide yang disebut dengan vox populi vox dei suara rakyat itu adalah sejatinya suara Tuhan. mengapa demikian, karena rakyat pasti menginginkan kebaikan untuk diri mereka.  fatalnya demokrasi ini diekspor ke negeri-negeri umat Islam dan umat Islam menerimanya, dengan alasan demokrasi adalah mirip dengan Islam.  contoh di dalam demokrasi ada prinsip yang disebut dengan musyawarah, dengan prinsip diskusi, dengan prinsip rembukan, maka di dalam Islam pun sangat menjunjung tinggi yang namanya musyawarah.  karena dalam demokrasi ada musyawarah, dalam Islam juga ada musyawarah, maka mereka mengadakan demokrasi berasal dari Islam. benarkah demokrasi berasal dari Islam? tentu mari kita kaji Apa perbedaan demokrasi dalam pandangan Islam.  

 

Apa perbedaan demokrasi dalam pandangan Islam. yang pertama , di dalam demokrasi kedaulatan ditangan rakyat,  rakyat lah yang berhak mengangkat penguasa, menurunkan penguasa,  bahkan rakyatlah yang berhak membuat undang-undang bagi penguasa,  untuk mengatur dirinya. Sementara dalam Islam, kedaulatan ditangan Allah, kedaulatan mutlak pembuat hukum di tangan Allah.  Allah subhanahu wa ta'ala berfirman menetapkan hukum itu hanya Allah, bukan hak manusia,  maka dalam pandangan Islam berbeda dengan demokrasi dalam Islam hak membuat hukum ditangan Allah manusia hanya menjalankan hukum-hukum yang berasal dari Allah,  sama sekali tidak dibenarkan membuat hukum untuk diri mereka sendiri.

Ini perbedaan mendasar dari demokrasi dalam pandangan Islam, oleh karena itu akhir-akhir ini seluruh dunia Islam sangat sangat bangga dengan demokrasi.  bahkan mereka menyatakan bahwa semakin demokratis negeri kita, maka semakin dekat dengan Islam.  oleh karena itu.  kalau memang semakin dekat dengan Islam. Pertanyaannya adalah nggak ngambil Islamnya saja.

Mengapa kita mengambil yang mirip Islam, kenapa kita tidak mengambil Islamnya saja, kita punya sepatu original yang satu mirip original pilih yang mana original atau yang mirip original?

Lantas kita menolak demokrasi ?

menolak demokrasi karena sama sekali tidak berasal dari Islam? bahkan bertentangan secara diametral dengan Islam?  Benar bahwa demokrasi sesungguhnya adalah produk hasil akal produk manusia yang mencoba mengatur manusia.  manusia membuat hukum untuk manusia.  Maka seolah manusia menciptakan hokum-hukum yang harus ditaati seperti ketaatan pada hokum Tuhan ? padahal hanya Allah sang pembuat hokum.

Maka pembuat hokum yang mereka sebut sebagai wakil rakyat, yang kedua mungkinkah demokrasi mampu mengatur manusia ternyata tidak.  bahkan di negara yang paling demokratis itu sendiri pun tidak demokrasi. sebut contoh Amerika serikat.  kita lihat katanya negara yang paling demokratis artinya segala sesuatu kebijakan pemerintahnya harus di bukan dulu harus didiskusikan dulu, Lihat beberapa waktu lalu Amerika menyerang Irak, menyerang Kuwait,  lihat pemerintah Pemerintah Amerika membombardir negeri-negeri kaum muslimin pertanyaannya apakah dengan berdiskusi dulu di parlemen saja baru diskusinya belakangan demokratis? entahlah

Apakah mereka dalam kepurusan Selalu meminta pendapat wakil-wakil rakyat?  benarkah menaikkan BBM, benarkah menaikkan listrik, selalu mengikuti pendapat dewan perwakilan Rakyat atau MPR ? dengan musyawarah ? tidak …. seringkali kebijakan itu telah diputuskan, baru kemudian didiskusikan . Oleh karena itu demokrasi,  selain yang bertentangan dengan Islam, yang kedua demokrasi adalah usaha bohong demi kepentingan para elit penguasa agar mereka mampu berkuasa.

Kalau kita mirip demokrasi, lantas kita kejar mengapa demokrasi milik Islam? kemudian Islam yang kita tinggalkan demokrasi mirip Islam ? kita ambil,  maka sudah sepantasnya hanya Islam yang pantas kita ambil untuk mengatur kehidupan kita.  Oleh karena itu pasalnya negeri-negeri kaum muslimin hari ini lebih ridho diperintah demokrasi daripada kemudian diperintah oleh Islam yang sudah jelas-jelas berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Fakta demokrasi paham Islam, kita akan menemukan perbedaan mendasar di antara keduanya.  yang kedua kita mendakwahkan bahwa Islam adalah Islam tidak mungkin menyamai demokras,i dan tidak ada juga istilah demokrasi islami.  kemaksiatan adalah kemaksiatan tidak mungkin dicampur kan Allah subhanahu wa ta'ala berfirman jangan mencampurkan yang hak dengan yang batil.

 

Nah apa pengertian demokrasi ?

Ada banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang demokrasi, di antaranya bahwa demokrasi adalah suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik  di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan  cara perjuangan kompetitif  atas suatu rakyat. Sidney Hook dalam Encyclopaedia Americana mendefinisikan demokrasi sebagai suatu bentuk pemerintahan  di mana keputusan-keputusan  pemerintah yang penting secara langsung maupun tidak langsung  didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.

enurut Philippe C. Schmitter dan Terry Lynn Karl, demokrasi adalah suatu sistem  pemerintahan dimana pemerintah dimintai pertanggungjawaban atas tindakan-tindakan mereka pada wilayah publik oleh warga negara yang bertindak secara tidak langsung melalui kompetisi dan kerja sama dengan wakil mereka yang terpilih3. Dari tiga definisi tersebut di atas jelaslah bagi kita bahwa demokrasi mengandung nilai-nilai, yaitu adanya unsur keperacayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyat, adanya pertanggungjawaban bagi seorang pemimpin. Sementara menurut Abdurrahman Wahid, demokrasi mengandung dua nilai, yaitu nilai yang bersifat pokok dan yang bersifat derivasi.

Menurut Abdurrahman Wahid, nilai pokok demokrasi adalah kebebasan, persamaan, musayawarah dan keadilan. Kebebasan artinya kebebasan individu di hadapan kekuasaan negara dan adanya keseimbangan antara hak-hak individu warga negara dan hak kolektif dari masyarakat.4 Nurcholish Majid, seperti yang dikutip Nasaruddin5 mengatakan, bahwa suatu negara disebut demokratis sejauhmana negara tersebut menjamin hak asasi manusia (HAM), antara lain: kebebasan menyatakan pendapat, hak berserikat dan berkumpul. Karena demokrasi menolak dektatorianisme, feodalisme dan otoritarianisme. Dalam negara demokrasi, hubungan antara penguasa dan rakyat bukanlah hubungan kekuasaan melainkan berdasarkan hukum yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

di dalam al-Qur’an terdapat banyak ayat yang terkait dengan prinsip-prinsip utama demokrasi, antara lain QS. Ali Imran: 159 dan al-Syura: 38 (yang berbicara tentang musyawarah); al-Maidah: 8; al-Syura: 15 (tentang keadilan); al-Hujurat: 13 (tentang persamaan); al-Nisa’: 58 (tentang amanah); Ali Imran: 104 (tentang kebebasan mengkritik); al-Nisa’: 59, 83 dan al-Syuro: 38 (tentang kebebasan berpendapat) dst.

Jika dilihat basis empiriknya, menurut Aswab Mahasin, agama dan demokrasi memang berbeda. Agama berasal dari wahyu sementara demokrasi berasal dari pergumulan pemikiran manusia. Dengan demikian agama memiliki dialeketikanya sendiri. Namun begitu menurut Mahasin, tidak ada halangan bagi agama untuk berdampingan dengan demokrasi. Sebagaimana dijelaskan di depan, bahwa elemen-elemen pokok demokrasi dalam perspektif Islam meliputi: as-syura, al-musawah, al-‘adalah, al-amanah, al-masuliyyah dan al-hurriyyah. Kemudian apakah makna masing-masing dari elemen tersebut? 1. as-Syura Syura merupakan suatu prinsip tentang cara pengambilan keputusan yang secara eksplisit ditegaskan dalam al-Qur’an. Misalnya saja disebut dalam QS. As-Syura: 38:

            “Dan urusan mereka diselesaikan secara musyawarah di antara mereka”. Dalam surat Ali Imran:159 dinyatakan:   “Dan bermusayawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”. Dalam praktik kehidupan umat Islam, lembaga yang paling dikenal sebagai pelaksana syura adalah ahl halli wa-l‘aqdi pada zaman khulafaurrasyidin.

Lembaga ini lebih menyerupai tim formatur yang bertugas memilih kepala negara atau khalifah Jelaslah bahwa musyawarah sangat diperlukan sebagai bahan pertimbanagan dan tanggung jawab bersama di dalam setiap mengeluarkan sebuah keputusan. Dengan begitu, maka setiap keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan menjadi tanggung jawab bersama. Sikap musyawarah juga merupakan bentuk dari pemberian penghargaan terhadap orang lain karena pendapat-pendapat yang disampaikan menjadi pertimbangan bersama. Begitu pentingnya arti musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara, sehingga Nabi sendiri juga menyerahkan musyawarah kepada umatnya.

Aaaah…entahlah…


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola keamanan siber menuju kedaulatan digital untuk pemilu