Podcast Sosialisasi Untuk Pemilih Muda
Podcast itu penting, mengingat sudah sesuai jaman, semua
tokoh public menggunakan podcast. Untuk mensosialisasikan apa yang ingin dia
sampaikan kepada masyarakat. menggunakan
podcast, mudah, murah, efektif.
Podcast dilakukan dengan model wawancara dalam menyampaikan
pesan kepada masyarakat. KPU sebagai Lembaga public yang melayani mayarakat, tentu sangat penting menggunakan podcast untuk
sosialisasi regulasi dan kebijakan KPU dan sebagainya.
Media social sudah ada. Facebook, IG, twitter dan medsos
lain, ada podcast yang bisa di share di youtube. Podcas memungkinkan untuk menyiarkan
banyak materi untuk di share.
Siapa saja yang masuk dalam podcast KPU, ya tentu Mitra KPU
dalam melaksanakan tugas pemilihan umum, bisa dihadirkan untuk mengisi materi podcas.
Bawaslu, peserta pemilihan, stakeholder, masyarakat pemilih bisa ambil bagian
dan peranan dalam podcas KPU.
Sosialisasi tentang tahapan, sangat efektif melalui podcas. Menuju
sukses pemilihan 2024 yang ditetapkan pada 14 Pebruari 2024 dan 27 Nopember
2024. Dua hari ini menjadi hari yang ditetapkan oleh KPU dan pemerintah untuk
melaksanakan pemilu dapemilihan serentak.
*
Nah diantara pemilih, ada mereka yang menjadi pemilih pemula. Yang baru
dimulai dalam tahun-tahun ini, maka pemilih pemula ini akan menjadi lahan
sosialisasi podcast.
Ketika dihadapkan pada moment pemilu , banyak informasi
berseliweran. Maka supaya menjadi pemilih yang baik dan memiliki pengetahuan
cukup dalam memilih, maka kehadiran KPU melalui podcast podcast bisa sangat
membantu, ketersediaan informasi yang cukup tentang pemilu dan pemilihan.
Nah apa saja yang disiapkan ketika akan memilih, atau
nantinya harus memilih. Pertama yaitu KTP, syaratnya harus sudah 17 tahun. Atau
pernah menikah, itu aturannya pada UU no 7 Tahun 2017. Menjadi pemilih seperti
apa, harus menjadi pemilih yang aktif. Rajin mencari tau siapa yang akan
dipilih, latar belakang yang dipilih, pendukungnya siapa, minimal yang sesuai
dan pas seperti yang ada dalam hati Nurani. Orang sekarang tidak bisa seperti
memilih kucing dalam karung. Tau Namanya tapi tidak kenal siapa dia dan
sepakterjangnya, serta rekam jejak seperti apa. Track recordnya seperti apa,
itu yang harus diketahui pemilih.
Gunakan medsos untuk mencari tau partai apa saja yang sesuai
dengan keinginan dan hati nurani anda. Siapa calonnya dan bagaimana track
record yang baik untuk dipilih.
Setelah ber KTP anda harus terdaftar sebagai pemilih. Ada petugas
yang dating ke rumah dan akan mencatat data yang ada di KK. Namanya DP4 (Daftar
pemilih potensi pada pemilihan. Dia akan dating memlihat KTP. Daftar pemilih
akan dimutakhirkan dan dating door to door dan pastikan nama tercantum dalam
data pemilih. Kalua tidak masuk silahkan datangi petugas di kelurahan, atau
kantor sekretariat KPU agar dicatat dengan baik.
Memilih bukan hanya soal bahwa ketika ada pemilihan tunggu
saja, nanti datang ke TPS. Tidak sesederhana itu, ada tatacaranya, harus sudah
terdaftar di DPT atau daftar pemilihan. Data pemilih akan ada daftar pemilih
sementara yang harus dicermati oleh pemilih. Akan ditrempelkan di desa- atau
tempat umum. DPS dicermati, jika belum
terdaftar silahkan mengurus e KTP, kemudian datangi petugas untuk bisa masuk
dalam daftar pemilih.
Syarat e KTP adalah datang ke dinas terkait, bilang mau
rekam e KTP, nantinya akan difoto retina mata, sidik jari dan sebagainya. Proses
e KTP untuk KTP guna memilih harus diurus.
Sekedar mengingatkan bahwa semua informasi tentang pemilu
dan pemilihan harus didapatkan dari sumber-sumber yang terpercaya. Kalua soal pemilu
dan pemilihan tentu kepada KPU, atau melaluyi medsos KPU, website dan
sebagainya, atau dengan cara dating langsung ke kantor KPU.
Ngapain saya mesti milih ?
Memilih adalah hak bagi warga negara Indonesia, adalah hak
bukan kewajiban. Jadi tidak memilihpun tidak ada sanksi apapun. Selanjutnya bahwa
setiap kebijakan yang diambil oleh pemimpin
dari hasil pemilu akan sangat berpengaruh dalam kehidupan anda. Ada undang-undang
atau poerda yang sangat berpengaruh dalam hidup anda, missal kebijakan tentang
kehidupan.
Keterlibatan kita saat memilih adalah meniadakan calon-calon
yang memungkinkan untuk menjadi wakil rakyat yang korup. Kebijakan-kebijakan
pemimpin adalah kesejahteraan bagi orang yang dipimpin. Menghindari pemimpin
yang berpotensi korup. Atau kebijakannya merugikan.
Mengajak pemilih untuk mengenali siapa orangnya atau track
record yang bisa dilihat, atau dikunjungi, bagaimana karekter sebelum dia jadi calon
pemimpin. Tida pernah korupsi, tidak pernah macam macam selama menjabat, tidak
pernah mengingkari saat melaksanakan tugas yang dibebankan.
Memilih bukan sekedar apa kontribusi pada bangsa dan negara
tapi juga kepada dirisendiri. Berusaha untuk mengenali adalah bagian dari
tanggung jawab pemilih sebagai warga negara. Kalua mau kenal ya harus cari tau,
ada beragam cara ada internet dan wifi yang bisa menjadi jalan kita tau siapa
calon yang kita pilih.
Kenapa pemilu biayanya gede. Itu buat apa saja. Oertama bahwa
negara kita negara kepulauan. Jumlah pemilih kita banyak ada sekian ratus juta.
Setiap satu orang harus memiliki lima surat suara. Maka bisa dihitung, biaya
pengiriman, ada sekian juta panitia badan adhock atau petugas sementara sesuai
batas waktu.
Biaya sosialisasi, sarana dan ptrasarana , pengamanan pemilu,
banyak factor yang membuat pemilu begitu mahal. Seluruh pengeluaran dan dana
KPU diawasi oleh BPK, laporannya siap terbuka diaudit oleh BPK yang bisa
diakses masyarakat.
Wuihhh nulis capek igh…
Komentar
Posting Komentar